Sabtu, 02 Desember 2017

the way enjoy life

Saya telah belajar banyak ahl dari beberapa tahun terakhir. Saya belajar bagaimana menikmati setiap waktu yang kita lewati, hidup dalam “masa sekarang”, menjadi lebih baik dan berguna bagi orang lain, dan yang terpenting, dua jam dari waktumu sekarang, kamu nggak akan bisa kembali ke waktu saat ini. Well, it can be say waktu itu kejam.
Saya ingin membagi kisah bagaimana saya dealing dengan waktu. Bagaimana keterbasan pemahaman saya akhirnya membawa saya pada satu hal bahwa menikmati waktu berharga sekarang lebih baik daripada selalu meyesali sesuatu yang sudah lewat. Banyak dari kita pasti sudah terbiasa dengan hal ini, entah itu terjadi di lingkungan kita, kepada diri kita, atau bahkan kita yang tanpa sadar melakukannya.
Banyak orang selalu merasa sedih,kesal, bahkan membuat-buat dirinya sedih karena hal yang sudah lewat. Banyak orang terkurung untuk seharian merenungi sesuatu yang bahkan ia sendiri tidak bisa kembali melakukan apapun pada waktu itu. Tanpa sadar ketika dia merenungi waktu yang sudah lewat, ia menyia-nyiakan waktunya yang sekarang dan membuat waktu yang akan datang jadi abu-abu. Sounds classic buat kamu yang sering baca buku motivasi. Yet it happen to me beberapa tahun lalu
Saya terlahir sbg anak pertama dengan perasaan yang mellow. Dibentak sedikit mellow, nangis. Dimarahi sedikit nangis. Itu terjadi bukan hanya setahun dua tahun. Itu terjadi sampai saya berusia 23 tahun. Kemudian suatu hari saya ketemu sepasang bule sukarelawan dari Australia. Mereka sepasang bule pertama yang jadi teman akrab saya. Usia kami terpaut jauh. Bahkan bisa dibilang saya malah cocok jadi anak mereka. Suatu hari saya masih ingat, hari itu saya dapat telepon yang mengabarkan bahwa nenek saya meninggal. Saya shock. Nangis. Banget. Kebayang kan saya Cuma punya nenek satu-satunya. Kakek saya sudah meninggal, nenek dari ayah sudah meninggal. Saya bilang ke Karen kalau nenek saya meninggal. Tapi waktu itu saya tidak nangis. Air mata saya tetap tahan. Entah kenapa setelah pulang dari rumah Karen saya nangis. Sejadinya. Malamnya Karen telepon. Saya bilang saya sudah tidak sedih. Karen bilang tidak apa-apa untuk menjadi sedih. Baru kali ini saya dikasih tau hal begini. Dan saya nangis. Sedih. Tanpa malu
Dari sini saya belajar. Dari kecil kita selalu terdogma untuk ini itu sehingga tidak ekpsresif. Masih ingat ketika kecil pas nangis kita ingin ungkapkan yang kita mau, bukannya diajak komunikasi dua arah malah kita disuruh berhenti nangis. Masih ingat ketika kita ingin menyampaikan kepada ibu guru kalau tulisannya tidak jelas terlihat, tapi malah kita dibilang tidak sopan? Karena terbiasa menahan-nahan hal yang ada di pikiran kita agar terlihat baik,sopan,dan manis, kita menjadi tidak teriasa mengungkapkan hal-hal mengganjal di hati dengan bebas. Kita menjadi seseorang yang menahan-nahan. Begitu juga ketika kita sedih. Kita menahan. Karena menahan jadinya kesedihan menjadi bertumpuk dan tidak lepas. Yang terjadi adalah kita menjadi sedih ketika mengingat masa lalu.
Bayangkan jika ketika kita sedih lalu kita terima kesedihan kita. Terima dengan senang, lalu mencari apa arti dari kesedihan kita dalam hal positif. Jadi setiap kita sedih yang ada kita mengingat semua sedih kita dalam hal-hal yang positif. Ini ngebantu banget.
Sejak kejadian itu, setiap ada yang sedih saya selalu nyoba buat nyari apa ya hal positif yang bisa diambil. Saya selalu coba gak drama dalam nanggepin setiap hal. Toh yang punya hidup saya, ya saya berhak tentukan apa yang buat saya selalu positif dan happy. Mungkin kamu yang baca ini bakal bilang “kamu sih enak,kan masalahmu keci”. Well, I ve benn thorugh masalah yang besar-besar. Aku pernah dijahatin orang, ditipu orang, pernah juga dijahatin teman sendiri. Barang-barang diambilin sama dia. What I did adalah calm down. Cari hal positifnya. Marah-marah boleh tapi kasih batas. Inget yang punya masalah lebih besar pasti banyak. Tapi bagaimana kita nanggepin amsalah sekarang nentuin apa yang bakal datang kemudian.
If you chose to stay mellow dan nyesalin masa lalu tanpa belajar jd lebih baik. Well itu pilihanmu. Nggak ada yang salah. Cuman sayang aja hidup yang kamu punya dihabisin buat hal-hal sepele. Aku prefer belajar dari msa lalu, kalau ada orang jahat ke kita, maafkan, baik sama dia, tapi gak pernah percaya lagi. Kenapa? Menurutku kepercayaan itu mahal. Butuh proses to get it. Aku dalam dunia kerja pun berushaa lakukan yang terbaik buat orang percaya sama kapasitas yang aku punya. Apalagi dalam hubungan lainnya. Dalam lingkaran pertemanan pun nggak semua teman bisa aku percaya. Kenapa? Karena nggak semua orang bisa terima kekurangan kamu. Nggak semua orang yang uda kamu kasih tau keburukanmu bakal so lovely terima kamu apa adanya. Pasti akan ada judgement di dalam dia. Sounds defensive, right? Well, sekali lagi life is a choice. I prefer berada di zona ku yang nyaman supaya bisa fokus sama bucketlist ku daripada keluar nyoba A B C D yang menurutku wasting time. Jadi pas ada orang break keeprcayaan itu satu hal yang aku bakal lakuin. I will never trust him again. Kalian pasti protes, semua orang berhak dapat kesempatan kedua. Well... here my opinion: nggak semua orang berhak dapat kesempatan kedua. Kalau ada kesempatan kedua itu bakal butuh proses lagi untuk percaya. Means bakal butuh longer time to be like as it before. Karena semuanya kembali ke pilihan masing-masing ya I repect for you yang kasih kepercayaan memaafkan dengan mudah dan kembali lagi ke lingkaran dan proses yang sama berkali-kali sementara di waktu dan tempat lain ada orang yang lebih baik untuk dipercaya.
Back to pembahasan tentang mellow dan sedih tadi, seorang teman yang psikolog pernah nyeletuk “jangan salah loh. Orang yang mellow suka sedih itu sebenarnya menikmati dia menyiksa dirinya sendiri. Ada kepuasaan tersendiri saat dia merasa sedih”. Ist? Aku nggak pernah merasa puas saat sedih. Well kita perlu bersedih as i told prviously. Nggak ada masa yang senannng aja,yakan? But kasi batas buat sedih dan bangkit mulai lagi. Coba sesuatu yang baru, bkin sesuatu yang happy kayak rambut bru, temen baru,atau pacar baru. Makes your family happy. Makes your friend happy. Masakin temen. Kasih makan kucing jalanan. Sapa bapak ojek yang nganterin ke kampus. Ajak ngobrol. Becandaainn. Ajak ngorbol mbak pembantu. Kalau ada roti lebih bagikan. Terlihat sepele, but it much better drpd sedih mulu. Yakan. Seenggaknya pas ojek lagi ketemu si bapak malah jadi seru jadi temen. Atau sama mbak yang dikasi roti besok-besok dimasakin. Yakan. Who knows the future. Hal-hal kecil yang kita lakuin sekarang selalu berdampak ke masa depan kita.  Dont focus on what makes you sad.

Sejauh iniMengutip dari kata seseorang “yang bikin nyesal itu keputusan yang nggak kamu buat hari ini, sekarang” itu lebih bikin nyesal daripada mikirin amsa lalu terus. So which one is yours? 

Selasa, 28 November 2017

Review BALI ALUS FACE CREAM-COOLING DOWN

Kali ini aku bakal kasih review tentang produk lokal dari Bali Alus. Pertama kali tertarik sama face cream ini karena kemasannya yang looks exclusive. terbuat dari kaca which means potensi rentan pengaruh panas dari luar ke cream lebih kecil face cream ini berisi 30gr. Kemasan minim plastik dengan tutup atas terbuat dari alumunium jadi nilai plus buat aku.


 
Face cream ini tujuannya buat hilangin scar atau kerut kerut kasar di kulit gitu. Yang bikin menarik karena bahan-bahan alaminya, salah satunya vco. Sejak kenal vco dari 2011 aku jadi addict ke hal apapun yang berhubungan sama vco. Salah satu shampoo favoritku sampe sekarang juga dari vco (aku bakal review lanjut).  Tekstur face cream ini bukan kayak comercial face cream biasanya yang soft dan lembut. Karena bahannya organic jadi teksturnya padat, lengket, and not creamy at all. Buat kamu yang punya muka oily aku gak rekomendasikan pake face cream ini karena based nya vco dkk, jadi malah makin oily

Tujuan dari face cream ini bkin adalah bikin lembut kulit wajah yang kasar, atau warna gak merata. Biasanya kalau kamu di bawah sinar matahari seharian pasti kulit berasa kusam kan? Nah itu. Jadi face cream ini bikin kulit kamu yang kebakar itu kering, jadi kulit mati dan lepas. Trus lapisan kulit kamu yang bawah bakal muncul dan dilindungin sama face cream ini. So your baby sin will be softer than before karena vco juga bisa sebagai anti uv. Kalo yang masih nanya tentang vco dan manfaatnya aku bakal post di next review ya beberapa skincare yang vco based dan organic.

Setelah seminggu pake aku mikirnya face cream ini bakal cepat habis. Ternyata butuh waktu lebih dari 3 bulan buat habisin. Karena kayak yang aku ceritain sebelumnya struktur cream ini padat dan kalau mau pakai cukup colek sedikit secara merata kayak perlakuan pas ambil balsem vicks. Nah setipis itu! Setelah itu gerakan memutar taruh di arena yang butuh perawatan. Usap berkali-kali karena butuh waktu beberapa lama buat meresap. Jangan buru-buru kasih foundation dll dulu karena bakal minyakan tar mukanya kalau belum meresap. Muka ku yang awalnya belang balik jadi lebih soft dari sebelumnya setelah pemakaian dua minggu. Not instant result sih but it works on me.
Karena keseringan buru-buru dan aktivitas akhir-akhir ini selalu di lapangan ak sering gak sempat pake. Berhubung cream ini masa expirednya cepat habis jadi aku kepikiran pakein ke kaki yang kena knalpot bulan Juni lalu (aku bakal kasih review gimana ngatasin bekas knalpot). Setelah pake comercial penghilang marks kayak dermat*k,dkk akhirnya aku kepikiran kasih cream ini. Ini hasil setelah seminggu aku olesin di kaki tipis-tipis sebelum tidur. Bekasnya memudar! Amazed banget sama hasilnya. 

Akhirnya sekarang cream in jadi cream buat bekas knalpot. Kalau habis muka gosong dari lapangan memang kadang aku olesin ke muka pas malam sebelum tidur, jd besoknya muka aku langsung seger.

Adekku beberapa kali pesen lagi dan lagi buat cream ini. Berhubung kerjaan dia dituntut untuk selalu siaga 24 jam di masyarakat, dan lebih banyak ketemu matahari jadi dia preventif pakein face cream ini. Oh ya pricenya kalo gak salah waktu itu Rp. 56.000,- ya? Agak lupa. Pokoknya dibawah Rp. 100.000 lah. Kalau di Jogja di Amplaz bisa ditemuin kok. 

Senin, 03 Juli 2017

Sekolah Gunung Merapi-Mencari Kebahagiaan part 1

This time I will share everything abou Sekolah Gunung Merapi, tetap baca yesss!

Awal tau Sekolah Gunung Merapi (Baca: SGM) karena muncul ide ingin jadi bagian dari sesuatu di Yogyakarta. Sebagai mahasiswa pendatang aku masih mencari-cari sesuatu yang "beda" dari kota ini. dimulailah perjalanan mencari tau apa yang membuat kota ini istimewa. ide untuk menjadi bagian dari kota ini muncul setelah browsing lowongan menjadi volunteer.
Dengan kata kunci "volunteer sekolah di jogja" Sekolah Gunung Merapi muncul di urutan atas. Ternyata ceritanya Retno disin jadi makin pengen tau.
sehari setelahnya aku nyoba kirim email sekalian CV ke email yang tercantum, sepertinya yang isi content SGM tau betul apa yang dibutuhkan pembaca. bukan cuman nyantumin email, di dalam blog nya SGM juga diisi dengan update kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan. scroll and scroollll sampe bawah, cek ricek kapan terakhir update artikel dan ternyata masih beberapa hari yang lalu....which means ini kegiatan masih aktif. kenapa aku mesti cek sampe scroll? buat mastiin kalo emang ada kegiatan dan bukan cuman website yang entah kapan update dan tau-taunya pas ke lokasi malah ternyata uda bubar jalan (pengalaman!) hahahahaaa
setelah tungguin tik tok sambil nganggur guling-guling menanti dosen pembimbing balesin whatsapp, tring!muncul 1 notif email masuk. dari SGM! isinya wow banget, ngajak ketemu! ahhh excited! cepet banget responnya. akhirnya setelah kontek2 dan tukeran no hp akhirnya kita janjian ketemu. bertempakan warnet konsep cafe di sore yang hujan-hujan mellow akhirnya aku ketemu sama foundernya. Yasmin Winnet and Fajar Radite
cerita-cerita akhirnya tau kalau kedua founder ini memulai semuanya dari sebuah ide sehabis perjalanan panjang di Kamboja. dua founder yang merupakan traveller ini cerita kalau ide ini berawal dari pengalaman mbak mas ini mengelola dan ngajar di sebuah sekolah di Kamboja. banyaknya naik turun dalam pengalamannya bikin mas mbak ini tertantang bikin "sesuatu" di Indonesia. ide muncul pas balik Jogja. kenapa kawasan Merapi dipilih? yuk cuss ah baca blognya disini baca dan scroll juga yass!
and then, setelah cerita-cerita dan bagi pengalaman akhirnya tau kalau SGM adalah sekolah informal  non-profit yang statusnya masih illegal karena berada di kawasan Rawan Bencana 3. sejak erupsi terakhir banyak hal yang dilakukan pemerintah dalam menanggulangi becana, salah satunya adalah zoning kawasan rawan bencana. berada di desa terdekat dengan Merapi,SGM kasih kontribusi ke masyarakat sekitar dengan keberadaannya yang mengedukasi msy,fokus ke anak-anak usia dini dan usia sekolah untuk memiliki pengetahuan yang selaras dengan keterampilan sebagai bentuk persipan individu mandiri menghadapi globalilasi.sebagai kawasan wisata SGM memberikan pendidikan Bahasa Inggris dan keterampilan, juga pengetahuan tentang lingkungan dan sampah,terutama 3R(Reduce,Reuse,Recycle).
sehabis obrolan panjang Yasmin dan Mas Fajar balik ke atas. aku juga balik dong,tapi sama tesis! beberapa hari kemudian aku ngubungi Kak Daniy. sesama mahasiswa perantauan aku cerita tentang semua yang aku dapat, dengan mata dan ekspresi melotot dan sedikit ngotot aku berhasil bujuk kak Daniy buat join. bermodal motor dan GPS(gunakan penduduk sekitar) akhirnya kita berdua nekat naik ke SGM. Hujan deras pas itu jam 9an malam, kondisi masing-masing kita berdua belum pernah pergi ke SGM sebelumnya. di perempatan lampu merah Jalan Kaliurang km.8 udah berasa dingin,dibarengin sama hujan kita pake GPS(GPS beneran). "wah gak jauh kok kak,23 menit" aku kasih tau kak Daniy.
karena hujannya deras akhirnya kita berdua mutusin buat pake mantel(baca: jas hujan). pas naik, kita mulai berasa berat. kondisi motor yang di gas diajak berantem sama rintik ujan yang makin gede. kalo kamu pernah ngalamin kondisi "buka helm buka ditampar hujan,tutup helm jalan blur" nah!itu yang kita berdua alamin. karena kondisi"ditampar" dan "blur" makin seru pas signal ngadat. di GPS nunjukin lurus kita udah semangat maju maunya buruan nyampe,tiba-tiba si mbak GPS bilang "re-route" dan estimasi nambah  jadi 45 menit!masih ngira-ngira kita majuuu aja lurus and blep! tjoy hape kita mati tjoy! bingung kita,gelap bos!
disaat hujan deras kak Daniy masih jauh bijaksana dari aku yang mulai bete. Kak Daniy stop motornya terus pake hpnya kita GPS-an lagi. make hpnya ka Daniy kita mulai naik lagi. jalan yang kita lewatin mulai naik ke atas. suasana hujan makin berasa pas di kiri kanan hampir 500m naik itu pohon bambu semua. dari jauh udah mulai keliatan lampu,karena khawatir kita sotoy nya kambuh lagi akhirnya aku bilang ke Kak Daniy" Kak GPS kak!GPS".weitsss ... kita stop di warung. aku turun tanyai dimana SGM, ibu pemilik warung menjelaskan dengan lancar detailnya kemana kemana PAKAI BAHASA JAWA! oke Ibu makasih, kita akan segera mencari tempat yang ibu jelaskan
gagal pake GPS modern dan GPS tradisional akhirnya kita maksain insting. maju terus sampai hampir di atas, terus pke GPS lagi terus turun lagi, gitu terus ada 4kali turun naik sampe akhirnya kita nemu bangunan nyala. masuk eh banyak orang, dan kita ketemu YASMIN! iya YASMIN!!! kita ketemu SGM!!yeahhhhhhhhhhhhh

to be continued...

Jumat, 17 Februari 2017

Pawoen Simbhok review _ where is "simbhok?"

a place with instagram-able photo background


Turun dari Merapi sore ini, hujan dan dingin, kabut mulai turun. Sekitar jam 6an aku dan Ka Daniy meluncur tanpa ngegas motor, dengan dingin yang udah mulai gak karuan. Sebagai penduduk Jogja (wilayah kota) dimana suhu rata – rata 28 derajat celcius, berada di sekitar Merapi, di desa terdekat kaki Merapi, yaitu Desa Kinahrejo, benar – benar hal yang baru buat kita. Dengan sangat banyak ndeso, setiap sore pulang dari Sekolah Gunung Merapi kita selalu kedinginan. Belum lagi sekarang lagi musim hujan, kalo lagi gak beruntung setiap pulang kita pasti kehujanan. Bayangin aja kalo gak hujan udah dingin, apalagi pas hujan.
Sebenarnya warung dengan konsep “desa” ini udah lama menarik perhatian. Dengan bangunan ala Jawa, if you ever visit “Kopi Klotok” konsep rumah dijadikan warung dengan menu rumahan “sayur lodeh, telor krispi, dan pisang goreng”, ekspektasi kita datang ke Pawoen Simbhok juga sama. Design luar dengan Dapur Bakmi di sebelah kanan, dijaga sama ibu – ibu. Di sebelah kiri ada menu bebakaran kayak sate usus, sate hati, nasi bakar, dan gorengan (yang sudah digoreng dan dingin), serta bahan bumbu dapur segar dan tungku. Di bagian kiri ini dijagain sama mas – mas.
Menu ada di dinding sebelah kiri, baik makanan maupun minuman. Dapurnya bersih, dengan satu tungku di bawah, dan jahe serta sereh segar di atas dekat meja menu pilihan. Masuk ke dalam beberapa kursi disusun dengan dinding dari bata konsep warna coklat muda, kursi dari kayu, dan beberapa hiasan dinding terbuat dari papan dan dihiasi tulisan berbahasa jawa seperti “Sugeng Rawuh” yang jadiin dindingnya bagus buat background foto. Atap ke atas loss tanpa plaffon, jadi konsep lampu gantung ala rumah tradisional Jawa. Pas kita kesana lagi rame satu keluarga ngadain acara ultah, dengan foto – foto di bagian belakang yang emang bagus backgroundnya buat foto – foto
Menu yang kita pesan bakmi godhog, capcay godhog, sate usus, sate hati, dan wedang. 


Ka Daniy and her pose infront of Pawoen Simbhok




Bakmi Godhog
Karena kita awam tentang bakmi, kita masih bingung bagaimana rasa bakmi nya. Tapi menurut kita mie nya buka homemade, bumbunya agak pekat dicampur dengan kadu ayam yang (mungkin) karena kita datangnya malam jadi baunya udah nggak segar lagi. Suir ayamnya dari ayam kampung, dengan campuran sayur yang sama kayak bakmi biasa. Kuah kental yang dihasilkan kebanyakan berasal dari mie. Rasa yang dihasilkan campuran kaldu yang udah gak segar lebih dominan daripada rasa mie nya sendiri. Beberapa menit setelah disajikan, mienya mengembang.
Nilai : 5 untuk rasa, 4 untuk bahan



our "Bakmi Godhog and Capcay Godhog" with the frest tomat and big cabe on top

 
Capcay Godhog
Sebenarnya masih bingung sama konsep capcay nya. Setahu kita, Godhog yang berarti rebus, kuah. Capcaynya berkuah kental dengan air kaldu yang berbumbu berat, berbau sedikit pedas seperti kupat tahu, agak terlihat bersantan, dengan dicampur sayuran capcay standar, dan telur! Jadi seperti campuran sayur kuah, ayam, dan orak arik telur, tapi kali ini kuning telurnya nggak pecah. Terakhir hiasan di atasnya ditambah tomat dan cabe bulat. Dan soal rasa... hmm, kalo sayuran aja tanpa kuah it will be fine, for me.
Nilai : 5.5 untuk rasa, 6 untuk kesegaran sayur dan bahan

Gorengan, sate usus, sate hati
Untuk gorengan as I mention previous, udah dingin dan tepungnya uda lembek. But for taste, not sure it good as kita juga lagi kedinginan pada saat itu dan no effect buat angetin. Buat bebakaran, the bumbu menyatu dengan bahan, but there is too much ketchup sehingga bebakarannya bukan rasa sate dibakar lagi, tapi rasa kecap semua
Nilai : 6 untuk bebakaran, 4 untuk gorengan

Wedang
This is the qoute “save the best for the last”. Jadi reveiw terakhir yang paling berkesan. Dengan bahan segar dan authentic nya dapet bangen, panas air yang dari tungku mendidih, bahan yang banyak, rasa yang pas, dan dari semua wedang yang udah pernah kita coba, this is the best. Bahkan beberapa warung dan resto di jogja, as far yang udah kita sambangin, dari yang rempah dan bahannya gak segar, rempah dan bahannya sedikit, sampe yang airnya cuman anget kuku, udah semua, and this is my fav!!! Cocok banget sama suasana dinginnya Merapi.
Nilai : almost perfect, 8!
Overall untuk suasana, tempat ini dapet nilai 6.5 dengan suasana rumahan, mungkin kalo outdoor dengan view alam akan lebih menarik. Hospitality dapet nilai 6, dengan mas dan mbak yang ramah, dan I recomend this place especially for wedang! This is the best place in Merapi as far I know.


lovely and drink-able Merapi drink

and my last question is, where is simbhok? why there was mas mas yang masakin buat kita?




\



Senin, 06 Februari 2017

review "Ngopi Roti" Jogja



after a year sibuk kuliah, waktunya butuh roti dan jodoh #eakk!
located in jalan Pandega Martha tempat ini mudah ditemukan. dengan lokasi tepat di kiri jalan kalau masuk dari Pandega Martha, dekat Kedai Chinese food dan kupat tahu di depannya tempat ini mudah banget ditemukan. ini kunjungan yang kedua, karena iseng butuh wifi dan internet bagus
dua kali kunjungan, tempat ini recommended wifi kencang, kalo laper tinggal ke sebelah atau ke depan, mau agak jauh jalan kaki aja ke SS sekitar 50 meter. kalo sakit perut kebanyakan makan ada apotek juga di depannya,lol
sejauh ini menu yang sudah dicoba pisang bakar green tea dan roti bakar milo. untuk ukuran pisang bakar buat orang awam, pisang disini kurang mateng bakarannya, dan pisangnya terlalu muda. dengan warna pisang yang masih putih banget, ditaburi bubuk greentea dan susu itu kalo diliat agak aneh.
score 2 dari 5

buat roti bakar, harga yang dikasih lumayan kantong mahasiswa. 1 porsi cukup untuk berdua. jenis roti yang dibakar roti tawar. pembakarannya belum merata (dengan ketebalan roti yang lumayan), jadi kalau digigit lembek - lembek antara ini roti bakar apa roti taburan milo doang. score 2.5 dari 5
overall kelebihannya adalah sepi! iyes, tempatnya sepi jarang pengunjung, jadi lumayan bisa menikmati wifi kenceng. hospitality score 2 dari 5, meskipun mbak yang jaga nggak rese bolak balik kayak cafe - cafe kebanyakan, tapi pas pertama datang wajahnya (mungkin lagi gak mood) agak ngantuk. selera lagu yang diputar lumayan, meskipun sound sistemnya dipasang di dalam tapi dengan kondisi cafe setengah outdoor kebanyakan kedengaran adalah suara motor lewat
cussss, buat yang pengen wifi kencang! lumanyunnnn hihihi


more photos IG https://www.instagram.com/lelieliana/